Posts Tagged ‘Bangsa Indonesia’

Mengembalikan Jati Diri Bangsa dengan AFILIASI

August 14th, 2009 by chokey | 141 Comments | Filed in AFILIASI, About Blog, Agama & Spiritual, News, Uncategorized

cover-sejarah

Setelah membaca postingan Sahabat tersayang KangBoed yang berjudul Mengembalikan Jati Diri Bangsa , walaupun pengakuan beliau tak ikut Kontes SEO yang diadakan oleh  Beritajitu.Com

Saya akhirnya terpancing untuk memberikan sumbangsih demi sebuah Niat dan sebuah Need diringkas N & N dibaca = en in en dengan nada dasar C#minor  sehingga berbunyi : Eng Ing Eng !!!  ……. :D :D .

Niatnya adalah turut bersama mengkampanyekan program Mengembalikan Jati Diri Bangsa lewat Internet dengan dasar hadist:

Hubbul wathoni syathrun minal iman

(semoga nggak salah Nulis) yang artinya “ Mencintai Tanah Air adalah sebahagian dari Iman” dan semoga Allah mencatatnya sebagai sebuah amal Baik….Amin.

SedangNeednya  adalah …..so Pasti Hadiahnya Toch !  :D , dan jika kelak bisa dapat semoga hasilnya tetap bisa memberikan sumbangsih demi sebuah Jati Diri. :D

Makanya dukung dong :D paling tidak komennya atau jika sempat backlinknya hehe

Saya ingin mencoba mengurai tetap dengan ciri khas  Chokey :D

Saya sempat jalan-jalan ke beberapa blog yang mengikuti kontes , semua “bersemangat”mengajak untuk mengembalikan  Jati diri bangsa ,namun saya belum menemukan (mungkin karena saya masih kurang jalan kali ya ?) yang mempostingkan “How To nya “ atau Bagaimana caranya ? .

Saya mencoba untuk memberikan sedikit Uneg-uneg  “ala kadarnya” sehingga mungkin pembaca akan bosan karena  agak panjang,namun saya berusaha meringkasnya semampu saya. Jadi mohon kesabarannya untuk bisa membaca sampai selesai karena ini adalah demi sebuah N & N tadi , Insya Allah bermamfaat koq! :D .

Saya ingin mengurai tema kontes ini yang diberi tema :   Ayo membangun kembali Jati Diri Bangsa

Dengan Bahasa Blog saya beri  Judul :

Mengembalikan Jati Diri Bangsa dengan AFILIASI

Mengapa saya mengambil kata AFILIASI ???

Karena  :

1. Blog saya mengupas tentang Afiliasi ,harapan saya  agar kelak blog ini bisa menjadi  “  The Signature of Afiliasi “

2. AFILIASI terdiri dari 7 huruf yang berarti Ganjil dan Allah senang yang Ganjil , selain itu  angka 7 banyak sekali mengandung rahasia dan makna  seperti adanya 7 lapis bumi, 7 tingkat langit serta  surah Alfatihah yang isinya 7 ayat  dan sebagainya  :D

Oke dech, mari kita kupas helai demi helai lembaran   A-F-I-L-I-A-S-I. Dalam mengembalikan  Jati diri Bangsa Ini sbb:

simbol agama

A = Agama

Fakta /Problem :

Sungguh miris hati ini ketika melihat  nilai-nilai agama sudah hampir terkikis dari sendi-sendi kehidupan , banyak orang agamanya hanya diselipkan diantara kantong dan dompet alias agama KTP.

Bahkan lebih parah lagi ada  paham yang mengatakan bahwa Agama jangan mencampuri sisi kehidupan bernegara , biarlah negara diurus oleh politikus sedang Agama diurus oleh para Kiai, Pak Pendeta atau Bhiksu saja.

Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Kemerdekaan negeri ini diraih oleh Pekikan Allahu Akbar ! serta Do’a  para Agamawan.

Saran untuk perbaikan  :

Kembalikan pribadi, bangsa dan negara ke kehidupan Agamis dengan 3 M : Mulai dari hal-hal kecil , Mulai dari diri sendiri dan Mulai saat ini juga..minjam istilahnya AA Gym  :D

Pancasila

F = Falsafah

Fakta /Problem :

Mungkin tidak  mengherankan jika  suatu saat anda bertemu seseorang dan bertanya kepada mereka  “ Apa Falsafah Negara Republik Indonesia ? “ . Ada yang bisa menjawab dan ada juga yang bingung bahkan menjawab seadanya. Atau barangkali diantara kita yang membaca ini juga susah menjawabnya ..hehehe :D

Bagaimana mau menunjukkan jati diri jika Falsafah negaranya saja tidak tahu ??? Ayooo..apa dong ?.

Jawabannya adalah : P-A-N-C-A-S-I-L-A.

Ini bisa dibuktikan dengan data-data diantaranya :

Ketetapan MPR No. II/MPR/1979, maka Pancasila itu adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar negara kita.

Selain itu  bangsa Indonesia lahir dengan kepribadiannya sendiri yang bersamaan lahirnya bangsa dan negara itu, kepribadian itu ditetapkan sebagai pandangan hidup dan dasar negara Pancasila.

Pancasila bukan lahir secara mendadak pada tahun 1945, melainkan telah berjuang, dengan melihat pengalaman bangsa-bangsa lain, dengan diilhami dengan oleh gagasan-gagasan besar dunia., dengan tetap berakar pada kepribadian bangsa kita dan gagasan besar bangsa kita sendiri.

Saran untuk perbaikan  :

Cari , Tanyakan setelah didapat Hayati dan Praktekkan  Nilai-nilai yang terkandung dalam Falsafah Dasar negara kita PANCASILA. Camkan dalam diri bahwa Para pejuang , para Pahlawan negara ini bermandikan keringat dan darah diantara desingan peluru , deru  mesin perang dan  debu dentuman Bom dalam mempertahankan Falsafah ini.

images bangsa

I = Image

Fakta /Problem :

Melihat kondisi akhir-akhir ini , banyaknya kasus saling berlomba untuk menjatuhkan Image Bangsa di luar negeri. Kasus Bom, Kasus Korupsi sampai kasus TKI dan sebagainya . Hal ini ditambah dengan peran media massa yang dengan mengusung bahasa “ Freedom of Speech” terkadang tanpa filter dan pemikiran jauh kedepan menyebabkan citra atau Image bangsa semakin terperosok.

Entah karena berita Gossip makin di gosok makin siip  akan menaikkan rating atau earning sebuah media sehingga porsi pemberitaan kadang tak berimbang. Padahal nun jauh disana di setiap sudut negeri ini masih banyak prestasi-prestasi anak negeri yang tak terekspos secara besar besaran sehingga bagaikan angin lalu saja dan pengaruhnya terhadap pencitraan /Image bangsa tidak begitu besar.

Saya yakin  negeri ini masih bisa memunculkan Soekarno, Hatta,Hamka , Habibie dan lain lain yang Baru  dan  lebih Dahsyat ?

Tinggal bagaimana strategy bersama dari seluruh elemen bangsa untuk mewujudkannya.

Saran untuk perbaikan  :

Mari tingkatkan prestasi disegala bidang dan perbaiki pencitraan bangsa dengan membuat terobosan terobosan baru yang bisa mengharumkan nama bangsa serta berusaha memperbanyak berita-berita positif  dari negeri ini ketimbang mencari aib bangsa

Mengembalikan Jati diri Bangsa

L = Law / Penegakan Hukum

Fakta /Problem :

Penegakkan hukum di Indonesia sudah lama menjadi persoalan serius bagi masyarakat di Indonesia. Bagaimana tidak, karena persoalan keadilan telah lama diabaikan bahkan di fakultas-fakultas hukum hanya diajarkan bagaimana memandang dan menafsirkan peraturan perundang-undangan.

Persoalan keadilan atau yang menyentuh rasa keadilan masyarakat diabaikan dalam sistem pendidikan hukum di Indonesia.

Penangkapan yang tidak sah, penahanan yang sewenang-wenang, dan proses penyitaan yang dilakukan secara melawan hukum telah menjadi urat nadi dari sistem peradilan pidana. Hal ini terutama dialami oleh kelompok masyarakat miskin. Itulah kenapa, meski dijamin dalam UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya, prinsip persamaan di muka hukum gagal dalam pelaksanaannya.

Persoalan diatas makin kompleks, ketika aparat penegak hukum (hakim, jaksa, polisi, advokat) juga mudah atau dimudahkan untuk melakukan berbagai tindakan tercela dan sekaligus juga melawan hukum.

Saran untuk perbaikan  :

Lakukan pembenahan sistem pendidikan hukum di Indonesia yang harus juga diikuti dengan penguatan kode etik profesi dan organisasi profesi bagi kelompok advokat, pengaturan dan penguatan kode perilaku bagi hakim, jaksa, dan polisi serta adanya sanksi yang tegas terhadap setiap terjadinya tindakan tercela, adanya transparansi informasi hukum melalui putusan-putusan pengadilan yang dapat diakses oleh masyarakat, dan adanya kesejahteraan dan kondisi kerja yang baik bagi aparat penegak hukum.

Mari kita lihat, apakah kondisi yang sama pada saat ini masih akan kita temui dalam 20 tahun ke depan?

suramadu

I = Infrastruktur

Fakta /Problem :

Jika ditanyakan :  BAGAIMANA kondisi infrastruktur Indonesia?

Hasil survei terbaru World Economic Forum yang berjudul Global Competitiveness Report 2008-2009 menunjukkan,kondisi infrastruktur di Indonesia menempati peringkat ke-86 dari 143 negara.

Pada tahun sebelumnya, peringkat Indonesia hanya nomor 91 dari 131 negara.Kendati agak membaik,Indonesia masih merupakan negara yang paling lemah dibandingkan negara- negara lain di Asia Tenggara dalam hal ketersediaan infrastruktur.

Infrastruktur penting dibangun lantaran kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari kebutuhan infrastruktur yang memadai. Infrastruktur adalah fasilitas fisik beserta layanannya yang diadakan untuk mendukung bekerjanya sistem sosial-ekonomi, agar menjadi lebih berfungsi bagi usaha memenuhi kebutuhan dasar dan memecahkan berbagai masalah bangsa. Dengan demikian harga diri bangsa ini bisa dibanggakan di luar.

Saran untuk perbaikan  :

Menurut : PROF MUDRAJAD KUNCORO PHD (Guru Besar Fakultas Ekonomika & Bisnis UGM). Yang perlu dilakukan adalah :

Pertama, membentuk kelembagaan baru yang mendukung pelaksanaan PPP (Public Private Partnership).

Kedua, melakukan harmonisasi, reformasi,dan revisi terhadap berbagai aturan pusat dan daerah yang saling bertentangan dan menghambat investasi dalam bidang infrastruktur.

Ketiga, pembangunan infrastruktur perlu memasukkan dimensi spasial: infrastruktur nasional, regional, perkotaan, dan perdesaan

Mengembalikan Jati diri Bangsa

A = Angkatan Bersenjata

Fakta /Problem :

Indonesia, negara yang sangat strategis punya nilai geopolitik yang strategis, letak geografisnya sangat strategis sehingga tentulah Indonesia sangat bisa berkiprah dan memberikan kontribusi bagi stabilitas di ASEAN maupun stabiltas di negara-negara Pacifik.

Namun, Indonesia tidak memiliki rancangan strategis militer dalam waktu jangka panjang, begitu juga dalam hal pendanaannya, sehingga mudah dideteksi oleh negara lain

Masih segar di ingatan kita gimana tetangga sebelah seolah – olah mengejek kita dengan bermain-main melanggar batas perbatasan., sudah berapa sering kita melihat di berita betapa sia-sianya nyawa tentara kita yang mati sebelum perang akibat Pesawatnya jatuh sendiri walaupun tak tertembak musuh….. Kalau gini keadaanya negara lain bisa minjam istilah iklan Sampo Clear  “ SIAPA TAKUT ?” :D

Jika kita memiliki persenjataan yang kuat maka dunia luar akan segan ke kita ,lihat aja sang “Polisi Dunia “ begittu ditakutinya karena memiliki persenjataan yang kuat. Padahal jika Bangsa Indonesia  yang terkenal memiliki strategi dan dengan mental kuat memiliki persenjataan yang kuat ,maka ucapan  ‘Siapa Takut ! “ tak akan kita dengar lagi.

Saran untuk perbaikan  :

Perlu  menentukan arah pembangunan dari sistem pertahanan kita  yang disertai dengan dukungan logistik dan anggaran yang sesuai keperluan dengan rancangan yang terbaik dan terawasi dengan seksama.

Sejarah

S = Sejarah

Fakta /Problem :

Bangsa Indonesia adalah bangsa antisejarah, selalu membunuh masa
lalunya. Masa lalu bukan bagian dirinya, tetapi sejarah “yang lain”.
Bangsa ini telah terpecah-pecah secara pikiran.

Kesadaran nasional di Indonesia mulai dihancurkan para pemimpin. Tiap
pemimpin membangun kekuasaan dengan menjatuhkan “musuh” yang
digantikannya. Sejarah modern kita adalah sejarah anti.

Diantara kenyataan itu :

Kebenaran tunggal Demokrasi Terpimpin  tumbang pada 1966,
digantikan Orde Baru. Sejarah berulang. Orde Baru membenci semua yang
berbau Orde Lama. Jutaan buku indoktrinasi Manipol-USDEK Orde Lama
lenyap dari rumah-rumah Indonesia. Kaum komunis sampai anak cucunya
yang dituduh mendukung Orde Lama dibasmi. Buku-buku Soviet dan RRC
lenyap dari toko buku.

Kini datang zaman Reformasi, menggulingkan pemegang kebenaran tunggal
selama 32 tahun, rentang waktu yang sama dengan pemerintahan raja
Mataram, Sultan Agung. Kita saksikan kebencian yang sama. Segala yang
berbau Orde Baru dihancurkan. Kita masih bertemperamen antisejarah,
ahistoris.

Sebenarnya riwayat Reformasi masih mengikuti tabiat para pemimpin
sebelumnya. Para presiden yang “digulingkan” dianggap tak pernah ada
di bumi Indonesia. Semua harus dimulai dari baru.

Temperamen para penguasa Indonesia yang antisejarah amat jelas
tercermin dari penggantian nama-nama gedung, departemen, institusi,
lapangan, bahkan nama kota dan pulau, diganti oleh penguasa yang
baru. Sejarah nama-nama di Indonesia adalah sejarah Indonesia itu
sendiri. Maklum, selera tiap penguasa berbeda-beda.

Saran untuk perbaikan  :

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya ,mengenal sejarah bangsanya ,mau menoleh kebelakang untuk berintrospkesi dan bisa menatap ke depan demi sebuah kemajuan dan perbaikan.

Kenali asal usul bangsa kita , ambil nilai-nilai luhur yang tersisa dan tetap bangga sebagai bagian dari bangsa yang siap melanjutkan segala yang baik dari masa lalu dan meninggalkan yang tidak baik tanpa menghapis jejak-jeak sejarah.

Kenal diri ,mengembalikan jati diri bangsa

I = Insan /Individu

Yang  terakhir ini adalah amat penting dan segala yang ada diatas rasanya mustahil untuk bisa sukses jika Individu ini tak diperbaiki .

Saya ingin menyitir sebuah Firman Allah dalam Alqur’an  Surah (Al Anfaal : 53)

“ Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu KAUM, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada DIRI mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,”

Sungguh indah dan jelas kata Sang Maha Adil .perhatikan yang di bold. Dikatakan bahwa suatu Kaum atau Bangsa tak akan berubah jika Dirinya atau Individu dalam bangsa tersebut  tak mengubah dirinya sendiri.

Bagi kaum muslimin yang mengakui dirinya orang yang beriman, tak ada cara lain dan tak ada solusi yang terbaik adalah memperbaiki jati dirinya sendiri untuk bisa Mengembalikan Jati  Diri Bangsa nya.

Pertanyaannya sekarang adalah, sudahkah kita mengenal Jati diri kita sendiri ???

Untuk kenalnya ,mungkin rekan-rekan bisa membaca postingan –postingan sahabat saya  Kang boed . Saya bisanya AFILIASI doang hahahaa :D

Sekian khutbah Jum’at ini ,

Billahi Taufiq Walhidayah. Mohon maaf atas segala kekhilafan

Wassalmu Alaikum Wr.Wb.

Saya Yakin Engkau Ketahui Hasilnya setelah mengikuti Chokey …..disingkat SYEKH Chokey :D :D

NB :

Tulisan diatas dari berbagai sumber yang sempat Saya  Lirik, diperuntukkan buat yang mau baca dan tulisan ini diikutkan dalam Kontes SEO Mengembalikan Jati diri Bangsa

Tags: , , , , , , , , , ,