Bisnis Afiliasi|Internet Marketing|Tutorial Bisnis|Bisnis Share
Posts tagged Marketing ala Nabi Muhammad.
Metode Memasarkan Produk
Aug 6th
Setelah sempat terinterupsi dengan Breaking News mengenai meninggalnya salah seorang yang menjadi fenomenal di negeri ini yaitu Mbah Surip. Saya mencoba melanjutkan tulisan yang tertunda meskipun duka itu masih ada. Jadi mohon maaf jika masih ada kekurangan (..caillee padahal dari dulu-dulu tulisannya emang kurang ,betul nggak ?
)
Kali ini saya ingin berbagi bersama dengan sebuah topik tentang bagaimana memasarkan produk Afiliasi dengan metode JUJUR.
Mengapa saya menganggap metode JUJUR ini , karena salah satu ahli marketing dan Junjungan kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan gelarnya “ Al-Amin” yang terpercaya karena ke jujurannya, barangkali bagusnya anda membaca postingan saya yang berjudul MARKETING ALA NABI MUHAMMAD.
Setelah kita mengetahui jenis-jenis Afiliasi dengan term SALES RICH ,lalu kita melangkah ke tahap-tahap Bisnis Afiliasi dengan term KEMANA ??? , yang akhirnya kita mendapatkan IDE bisnis dengan term IDE . Sekarang mari kita tahu car memasarkannya
Seperti biasa saya berusaha meringkasnya dengan karangan yang dipaksakan untuk bisa sesuai :D
, Kali ini bukan meringkasnya dengan kata JUJUR tapi meringkasnya dengan sinonimnya dalam bahasa Inggeris (biar keren dikit Hahahaha) ,menjadi :
H-O-N-E-S-T
Dibaca = JUJUR
Bahas lagi yuk !!! :
H = Habitat
Habitat disini maksudnya adalah bagaimana kita mengetahui lingkungan dan profil pasar /market tempat kita akan memasarkan produk kita.Pelajari sifat-sifat atau profil market yang akan dituju , kalau perlu cari info sedetil-detilnya
Ibaratnya di dunia offline ,sebelum kita menjual barang,baiknya lakukan survey dulu ke lokasi atau pasar. Jangan langsung main mbat aja ! masuk pasar dan jual. Mau Jual celana dalam eh masuknya ke Pasar ikan hanya karena pasar ikan tersebut sudah modern sehingga dikira pasar umum :D
….. atau malah nyasar masuk ke pasar yang jual “dalam celana” wakakakaak…Astaghfirullah !!!
Dengan mengetahui profil pasarnya.diharapkan kita bisa paham nanti lewat misalnya, profil demografisnya seperti usia konsumen, jenis pekerjaan, kelas ekonomi, tingkat pendidikan; lalu apakah tinggal di perkotaan, pedesaan, cakupan daerah yang dilayani apakah hanya di kota, kabupaten, propinsi, atau se Indonesia.Begitu juga dengan gaya hidupnya apakah olahraga kesukaan mereka, hobi, atau kesukaannya, dan lain sebagainya.
Dari penelusuran itu akhirnya kita bisa melangkah ke langkah berikutnya yaitu
O = Obyek
Obyek disini bisa disamakan dengan sasaran atau target Market,
Dengan mengetahui profil pasar hingga sedetail mungkin ,kita dapat dengan tepat menembak pasar sasarannya dan dapat membuat stategi dan taktik memasarkan produk dengan sebaik-baiknya. Misalnya, kalau Anda menjual produk jam Rolex yang harganya puluhan juta tentu pasar sasarannya adalah orang-orang yang memiliki kelas ekonomi yang tinggi, orang yang senang bersosialisasi di kalangan atas, dan yang bergaya tinggi.
Jika produk yang kita pasarkan adalah yang berharga merakyat , maka target yang kita dekati adalah mereka yang memiliki daya beli sesuai dengan yang kita jual.
Jangan Jual Jam tangang Rolex ke abang becak atau menjual Komputer second ke Bill Gates …( Serem amat contohnya Ya !
)
Pokoknya perhatikan : SItuasi KONdisi TOLeransi PANdangan dan JANGkauan … baru pilih objectnya…….. ( Husssttt !!!…jangan diringkas yang berhuruf tebal ya !!!! hhihihihihhi… Malu aku
)
Setelah tahu targetnya atau Objectnya maka kita lanjut ke :
N = Nilai
Tak kalah pentingnya adalah memberi Nilai pada produk yang kita jual baik itu nilai tambah maupun nilai minus ..lho Koq ghitu ? bukankah di setiap produk yang kita jual biasanya harus digembor-gemborkan nilai lebihnya ? kenapa musti harus memberitahukan nilai kurangnya atau minusnya ???.
Nah disinilah nilai yang diajarkan atau dicontohkan oleh Junjungan Saya Nabi Muhammad SAW. Ketika dia berhasil membuat iri para pedagang Yahudi dahulu dengan berhasil menarik keuntungan yang besar. Dimana ketika para pedagang yang lain berusaha menutupi kekurangan pada produknya , Rasulullah dengan JUJUR menyampaikan cacat pada produknya sambil memberikan nilai sesuai dengan kualitas barang tersebut Yang Justru dengan ke JUJURannya tersebut malah menarik simpati para pelanggan.
Jadi intinya adalah Jujur adalah number ONE , jika produknya Bagus sampaikan nilai bagusnya sesuai kenyataan jangan di Lebai lebaikan hehe. Karena dengan Jujur itu akan menambah nilai yang kurang tadi…….pokoknya Jujurlah ..Hidup Jujur…!!!
Satu lagi yang bisa mendongkrak nilai yaitu…Ikhlas memberi Bonus atau pemanis dari jualan tersebut. Makanya jangan heran banyak Marketer meng embel-embeli produknya dengan bermacam-macam bonus walaupun terkadang bonus itu juga adalah bonus dari tempat lain hehehehee
Tapi ingat untuk memberi bonus sebaiknya dengan : SUmbangan SUkarela TANpa TEkanan ….diringkas ???………………………hayoo..Apa ????
E = Estimasi
Estimasi disini adalah bagaimana kita melakukan pengontrolan terhadap biaya yang akan digunakan. Tentukan perkiraan /Estimasi biaya yang akan digunakan dalam menjual ini , jangan sampai lebih besar pasak daripada Tiang. Lebih besar modal iklannya ketimbang harga keuntungan yang akan di dapat. Intinya harus ada kesesuaian antara produk yang ditawarkan dengan pasar sasarannya.
Usahakan Estimasinya PAS = Pas Pasarnya , Pas Anggarannya dan Pas Sasarannya
Duhh!!!..makin banyak tugas pembaca untuk meringkas hurup yang di bold neh
Pokoknya PAS..PAS..PAS !!! ..Salonpas kali Ya !!!
Langkah ini juga dapat digunakan untuk menghitung perkiraan besar pasarnya. Yang bagus untuk bisnis tentu yang memiliki peluang jumlah pasar yang besar atau jumlah pasar yang masih dapat menyerap produk Anda.
S = Strategi
Apabila pasar sasaran sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat strategi untuk memasarkannya. Ada yang disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) yang disingkat dengan 4 P, yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi). Apa artinya? Dalam hal produk, Anda harus memperhatikan bagaimana jenis produknya, kualitasnya, mereknya, fitur-fiturnya, dan ukurannya.
Untuk harga, maka Anda harus mempertimbangkan besar harganya, ada atau tidak diskonnya, sistem pembayarannya. Dalam hal tempat, maka Anda sudah mengatur cara distribusinya, sebarannya, lokasi menjualnya. Dan, untuk promosi, tentu juga bagaimana cara Anda mempromosikan produk Anda, dengan beriklan dimana, metode dan alatnya. Dan ingat, semuanya harus mengarah pada pasar sasaran yang telah Anda tetapkan tadi.
Sebagai pemula yang mana yang hendak dipilih? Apakah yang low cost, low value, moderate cost, moderate value, atau high cost, high value? Apakah value yang Anda maksud di sini adalah profit? Kalau ya, tentu saja yang lebih bagus adalah low cost, high value/profit.
Kita sedang berbisnis, jadi mendapatkan profit atau keuntungan setinggi-tingginya adalah sesuatu yang harus dicapai. Menurut saya, sesuaikan saja dulu dengan kemampuan Anda. Yang lebih penting adalah bagaimana Anda bisa memulai bisnis Anda itu sekarang!
T = Thanks
Maksud Thanks disini adalah sempatkan diri untuk memberikan ucapan terima kasih kepada para pembeli ataupun para afiliator yang bergabung melalui referal kita. Bagaimanapun juga pembeli yang menerima ucapan terima kasih ataupun pemberian tanda terima kasih akan berbeda sikapnya dengan yang tidak mendapatkan THANKS tersebut. Bisa saja nantinya pembeli akan selalu setia membeli ketempat/referal link kita ataupun paling tidak akan menjadi perpanjangan tangan atau corong kita secara gratis.
Jadi biasakanlah mengucapkan terima kasih..paling tidak mengucapkan THANKS ke penulis postingan ini sebagai langkah awal….
Semoga bermamfaat dan seperti biasa STAY TUNE HERE !!!
Referensi yang diintip :




